Kegiatan

Safari Ramadhan MUI Limbangan Dan Forkompincam Limbangan Di Desa Peron

Peron - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Limbangan bekerja sama dengan Forkompincam Limbangan mengintensifkan pembinaan keagamaan selama bulan suci melalui berbagai program Safari Ramadhan 1447 H / 2026 M di Desa Peron Minggu, (01/3/2026)

 

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat keimanan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran spiritual Masyarakat agar nilai ibadah berdampak nyata dalam kehidupan sosial.

 

Salah satu rangkaian kegiatan tersebut diwujudkan melalui Safari Ramadhan MUI dan Forkompincam menyapa Umat yang dilaksanakan di Masjid Jami'ushobri Desa Peron

 

Dalam penyampaiannya, Kyai Ahmad Rodjiun Syarif menekankan bahwa rasa syukur merupakan fondasi utama dalam menjaga keimanan dan ketenangan hidup, terutama di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

 

“Syukur bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan melalui sikap hidup yang sederhana, saling peduli, dan menjauhkan diri dari keluhan yang berlebihan,” ujarnya di hadapan jamaah.

 

Ia menjelaskan, nikmat Allah tidak selalu hadir dalam bentuk materi, melainkan juga kesehatan, kebersamaan, keamanan, dan kesempatan untuk beribadah di bulan Ramadhan. Menurutnya, ketika rasa syukur tumbuh, maka akan lahir ketahanan iman dan kepedulian sosial.

 

“Orang yang bersyukur akan lebih mudah menerima keadaan, lebih tenang menghadapi ujian, dan lebih ringan tangan membantu sesama,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, beliau mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi diri agar nikmat yang diterima tidak melahirkan kelalaian, tetapi justru memperkuat ketaatan dan akhlak.

 

“Syukur yang benar akan mendorong kita memperbaiki diri, menjaga lisan, dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” tegasnya.

 

Kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan bagian dari kolaborasi Majelis Ulama Indonesia Limbangan dan Forkompincam Limbangan dalam menghadirkan dakwah yang menyejukkan, membumi, dan relevan dengan kebutuhan umat.

 

Melalui program ini, MUI Limbangan berharap pesan-pesan keagamaan selama Ramadhan tidak berhenti pada aspek ritual, tetapi mampu melahirkan masyarakat yang beriman, bersyukur, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.

 

Ramadhan pun kembali ditegaskan sebagai bulan pembinaan akhlak dan penguatan solidaritas umat menuju kehidupan yang lebih harmonis dan bermakna.

 

Share :