Kegiatan

Penanganan Bencana Alam Tanah Longsor Watu Sumong

Peron -- Adanya bencana gerakan tanah berupa longsor terjadi di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Pemerintah Desa Peron mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi longsor susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama.

 

Kepala Desa Peron, Erna Hermawati menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian. "Faktor pemicu utama adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng," ujar Beliau

 

Respons Tanggap Darurat

Pasca kejadian, Pemerintah Desa ke lokasi bencana. Tim telah melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui penyebab gerakan tanah serta menyiapkan rekomendasi teknis penanganan di area terdampak sepanjang 30 Meter

 

Survey tersebut akan memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah dan sosialisasi mengenai kondisi gerakan tanah yang telah terjadi kepada masyarakat yang terkena bencana sebagai bagian dari mitigasi bencana yang mungkin dapat terulang kembali.

 

Imbauan bagi Warga

Wilayah terdampak merupakan Dusun Ketro dan Dusun Nampu dan aktivitas pemanfaatan lahan yang cukup tinggi. Pemerintah Desa Peron meminta warga Dusun Ketro dan Dusun Nampu menggunakan akses jalan alternatif melalui Dusun Manggung terlebih dahulu sebelum penanganan.

 

Masyarakat yang tinggal di Dusun Ketro dan Dusun Nampu diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras, mengingat potensi terjadinya gerakan tanah susulan masih tinggi.

 

Dalam proses penanganan bencana, Pemdes Peron juga mengingatkan agar keselamatan petugas di lapangan menjadi perhatian utama. "Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang agar memperhatikan cuaca, agar tidak dilakukan pada saat dan setelah hujan deras, karena

Share :