Kegiatan

UNNES GIAT 16 Dampingi UMKM Desa Peron melalui Pembukuan, Digital Marketing, dan Legalitas Usaha

Peron – Mahasiswa KKN GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, melaksanakan sejumlah program kerja individu untuk mendukung pengembangan UMKM dan potensi ekonomi lokal. Desa Peron memiliki berbagai potensi lokal, seperti gula aren, kopi, dan komoditas lainnya yang dikembangkan oleh masyarakat melalui kegiatan UMKM. Melalui kondisi tersebut, mahasiswa KKN GIAT 16 melaksanakan tiga program, yaitu “UMKM Teliti melalui Pencatatan & Pembukuan”, “Sosialisasi Digital Marketing UMKM untuk Pengembangan Ekonomi Lokal”, serta “PERON BERNIB: Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi UMKM Desa Peron.”

Program UMKM Teliti memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya pencatatan keuangan sederhana serta pemisahan uang pribadi dan uang usaha. Sementara itu, program Sosialisasi Digital Marketing mengenalkan strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, pembuatan konten sederhana, serta penggunaan marketplace untuk memperluas jangkauan pemasaran produk. Selain itu, melalui program PERON BERNIB, mahasiswa KKN GIAT 16 memberikan sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha sekaligus pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS). Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengelola serta mengembangkan usahanya.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM serta penguatan ekonomi lokal. Pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penggunaan teknologi untuk pengembangan usaha. Melalui program tersebut, KKN GIAT 16 UNNES diharapkan dapat turut mendorong pelaku UMKM Desa Peron untuk mengelola usaha secara lebih tertib, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas pemasaran produk lokal.

Share :